#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Belum ada Taman Khusus Parkour di Jakarta
09 November 2017 04:25 WIB
Minimnya taman khusus parkour jadi salah satu kendala untuk mengembangkan olahraga ini. Begitulah yang dirasakan oleh komunitas Parkour Jakarta. Pasalnya, keberadaan sarana khusus parkour sangat membantu kegiatan berlatih. Sebaliknya, jika seperti ini tentu akan menghambat perkembangan mengolah trik dan teknik bagi para praktisi parkour di Jakarta. Ahmad Yunan pimpinan komunitas Parkour Jakarta mengaku di Jakarta belum memiliki taman khusus parkour.

Bagi pria 25 tahun itu, taman khusus parkour sangat membantu rekan-rekan praktisi parkour untuk mengembangkan trik. “Taman khusus parkour di Jakarta belum ada,” kata Yunan. “Kota besar seperti Jakarta kalah dari Jombang yang sudah memiliki taman khusus parkour.” 

Tak hanya itu, Yunan pun mengaku masih mencari taman rekreasi yang cocok untuk ber-parkour. Parkour Jakarta sendiri baru saja memindahkan tempat latihannya, yang semula di Taman Kridaloka, Senayan, menuju Taman Puring, Kebayoran Baru.
Kendati demikian, kendala tak adanya taman khusus parkour, kini sedikit terobati dengan adanya obstacle (lintasan khusus melakukan trik parkour). Obstacle tersebut didapatkan dari sebuah event yang diadakan induk komunitas, Parkour Indonesia, di tempat latihan Parkour Jakarta.
 
“Dengan adanya obstacle ini anak-anak menjadi senang saat melakukan latihan,” ujar Yunan. Selain itu, Yunan mengakui dengan adanya obstacle tersebut cukup membantu mengembangkan proses latihan.


Baca Juga :
- Atasi Villa 2000, Kabomania Dekati Semifinal
- Antiklimaks, AFS Tersingkir di 8 Besar LHTS U-13 Musim 2018/2019

Walau parkour belum populer seperti olahraga skateboard dan BMX yang memiliki banyak tempat khus berlatih, Yunan pun berharap Pemprov DKI turut mendukung olahraga parkour dengan dibuatkannya taman khusus parkour ataupun, tempat berlatih dalam ruangan. “Kami berharap sekali bisa memiliki fasilitas berlatih yang mumpuni,” tutur Yunan.

Pada, Minggu, (5/11), TopSkor mendatangi tempat berlatih Parkour Jakarta, di kawasan Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tampak terlihat praktisi parkour asing  turut membantu jalannya pelatihan para anggota Parkour Jakarta. Dia adalah Balogun K Shango seorang praktisi parkour asal, Texas, Amerika Serikat (AS). Melompat  dengan gaya akrobatik merupakan gaya khusus yang dilakukan pada olahraga ekstrem ini.
 
Jika dilihat secara langsung gerakan parkour memang tampak berbahaya. Namun hal itu ditampik oleh Ra, sapaan Balogun. Menurut Ra, parkour berbahaya lantaran kurangnya bimbingan. “Banyak orang berusaha mengikuti gerakan tanpa tahu cara melakukannya dengan benar,” kata pria 29 tahun tersebut.  “Jika semua dilakukan dengan gerakan yang benar, parkour tidak berbahaya seperti yang dibayangkan.” 

Pelatihan khusus  memang diharuskan bagi olahraga ini. Selain menghindari cedera, juga dapat memperindah gerakan. Gerakan dasar parkour seperti, precision jump, climb up, rolling, dan vaulting wajib dikuasai oleh para praktisi parkour. Hal itu diakui Yunan guna meminimalisasi terjadinya kecelakaan ketika berlatih.  Sementara, gerakan rolling menjadi gerakan yang paling penting untuk dikuasai, lantaran gerakan itu berfungsi mereduksi tekanan ketika melompat melebihi postur tubuh.  “Gerakan untuk  meredam supaya tidak mengalami cedera pada bagian lutut,” tutur Yunan.*Dedhi Purnomo/CR10


Sekilas Parkour Jakarta
Parkour Jakarta dibentuk pada 29 Agustus 2007. Parkour Jakarta berkumpul untuk berlatih bersama tiap Minggu pukul 09.30 WIB. Tak ada pungutan biaya untuk bergabung menekuni olahraga ini. Sejauh ini, 30 praktisi parkour selalu memadati Taman Puring tiap latihan. Anggota Parkour Jakarta didominasi kalangan remaja.

 


Baca Juga :
- Pelapor Kasus yang Diduga Melibatkan Iwan Budianto Tidak Lagi Bergairah
- Ini Kata Jonatan Christie Usai Singkirkan Kento Momota


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA